Jumat, 16 Oktober 2026

Impersonal

 





---

SEP 30, 2021

ARIP TIRTA & PRASANTI W. SARLI:
Indonesia's SMEs hold the key to growth. How can they scale up?

"Small and Medium-Sized Enterprises"

@WEF_INTEL:
How can AI empower SMEs beyond automation?

---

SELASA, 14 JULI 2026

URI:
Nah! Lah tayang di kito tanggal 15. Di AS tanggal 17 Juli. Lucu juga, ya? (11.07)

KIN:
Hihi iya ya (11.11)
Duluan kita (11.12)

URI:
Budget sejauh ini $250 juta. (11.13)
Jarang film mahal kayak gini di kita duluan. Biasanya horor Hollywood. (12.19)
Lemak ngomong, skenario ditulis Christopher Nolan sekitar 9 bulan. (12.21)
Ini berarti syuting sekitar 6 bulan. (12.23)

KIN:
Iya ya

URI:
Page ini membahas sedikit tentang film Nolan yang menang Oscar, "Oppenheimer".

Aku gak sadar kalo "Odyssey" rilis Minggu ini.

Ternyata insting. (12.33)


Sejak sakit Ibuku jadi kayak sekarang, fokus perhatianku udah beda.


* Most expensive films adjusted for inflation


---

RABU, 15 JULI 2026

URI:
Hari ini ayah merasa perlu nonton film di Prabumulih. Tapi ya liat nanti. (06.30)

IMI:
Iya, Yah. (06.50)

KIN:
Oke, Yah (07.31)

IMI:
Ntar Imi lagi aja yang jemput Ewi, Yah. (08.32)
Soalnya sekalian beli tekwan Nyai

URI:
Ok
Jangan lupa helm. (08.50)

IMI:
Oke, Yah (08.53)

URI:
Jadwal The Odyssey (11.51)

KIN:
Yang jam 15.20 ya kira2, Yah. (11.52)

URI:
Berangkat (15.29)

KIN:
Bismillah (15.32)

URI:
Sampe (16.11)

KIN:
Alhamdulillah (16.28)

CHRISTOPHER NOLAN:
Itu sudah menjadi bagian dari konsekuensinya.

URI:
Deity or god is a supernatural being considered to have authority over some aspect of the universe and/or life, with many also being considered as sacred and worthy of worship. #copas (19.52)
Antri subsidi. (20.29)
SPBU samping kantor Pajak. (20.30)

KIN:
Oke

---

THE ODYSSEY (2026)

@KESURUPANBOTOL:
Rating: R (dewasa), jadi bukan tontonan buat anak kecil.

@DIEFENBAKERRR:
Rating di Indonesia 13+ bukan Dewasa. Saat ini tidak ada satupun bioskop IMAX 70 mm di Asia. Terdekat ada di Melbourne.

STUPID LOLO:
Untunglah gw penggemar Squidward.

HIMAWAN PRATISTA:
Film ini berbicara tentang penebusan dosa...

@THECINESTHETIC:
Christopher Nolan answers rapid-fire questions.

Q:
Does a big budget film have a higher chance of being a good film?

NOLAN:
No.

@JPCLOTAINE:
Barusan nonton The Odyssey, dan pendapatku ini:

- Filmnya kayaknya cuma cocok untuk orang-orang yang sudah punya pengetahuan dasar soal latarnya (dalam artian mereka udah tau apa itu Trojan War; Udah tau karakter-karakternya secara garis besar)

- Di bagian awal agak disorientating karena saat baru dikenalkan pada ceritanya, udah ada banyak loncat POV & timeline. Kalau penonton nggak berusaha mikir & menghubungkan sendiri, bisa jadi gak paham

@___IRREVERSIBLE:
Setuju. I am the type of person yang sambil nonton sambil googling baru bs nikmatin. Temenku yg cm nonton dan ga ad fondasi nikmatin tp ga ngerti nuances nya (which to my opinion ga dpt full experience jdnya)

@FORBES:
After his success with Oppenheimer, Christopher Nolan decided to take on the legendary story The Odyssey, which comes out in theaters this weekend. The movie required a massive 91-day shooting schedule across six countries, with an estimated budget around $250 million.

As his projects continue to balloon in scale and budget, here's how it could impact Nolan's bank account.

---

MACHINE LEARNING:
Kata "epic" secara umum berarti luar biasa, hebat, atau mengesankan. Berasal dari bahasa Inggris, istilah ini sering digunakan dalam bahasa gaul untuk menyebut sesuatu yang spektakuler, seperti "aksi yang epik". Dalam sastra atau perfilman, epik merujuk pada kisah kepahlawanan yang megah, berskala besar, dan penuh petualangan.

MACHINE LEARNING:
Mitologi adalah ilmu yang mempelajari kumpulan mitos atau dongeng suci dalam suatu kebudayaan. Ini mencakup kisah-kisah tradisional tentang dewa-dewa, makhluk halus, dan pahlawan, serta menceritakan asal-usul alam semesta dan bangsa untuk menjelaskan fenomena alam dan nilai moral masyarakat.

"Mitos vs. Mitologi"

* Mitos: Kisah atau cerita tunggal yang dipercaya oleh masyarakat, yang kebenarannya sering kali tidak bisa dibuktikan secara ilmiah karena merupakan bagian dari imajinasi atau simbolisme masa lalu.

* Mitologi: Kumpulan dari berbagai mitos yang saling berkaitan dalam suatu kebudayaan atau peradaban tertentu.

"Mitologi Yunani dan Romawi"

Berpusat pada para dewa yang tinggal di Gunung Olympus (seperti Zeus/Jupiter, Poseidon, dan Athena).

---

ZEUS was the King of the Gods and the god of the sky, weather, law and order, destiny and fate, and kingship. He was depicted as a regal, mature man with a sturdy figure and dark beard. His usual attributes were a lightning bolt, a royal sceptre and an eagle.


===

LOLO:
Jika saya adalah Odysseus, bagaimana cara memahami konsep Ketuhanan zaman itu, jika dibandingkan dengan konsep Tuhan zaman sekarang?

STUPID:
Sebagai Odysseus, kamu adalah seorang pria yang hidup di dunia di mana garis antara manusia dan yang ilahi sangat tipis, namun juga sangat berbahaya. Untuk memahami konsep Ketuhanan dalam duniamu dibandingkan dengan masa kini, kita perlu melihatnya melalui lensa pengalaman langsung versus iman transenden.

1. Duniamu (Era Homerik): Ketuhanan sebagai Realitas Fisik dan Emosional

Bagi kamu, Tuhan bukanlah konsep abstrak yang jauh; mereka adalah aktor dalam kehidupan sehari-hari.

* Keilahian yang Antropomorfik:

Para dewa (Zeus, Athena, Poseidon) bukanlah "pencipta" yang Maha Kasih dalam pengertian modern. Mereka adalah entitas yang memiliki emosi manusia—cemburu, marah, mencintai, dan menyimpan dendam—namun dengan kekuatan kosmik.

* Hubungan Berbasis Transaksi (Do ut Des):

Kamu memahami hubungan dengan dewa sebagai kontrak: "Saya memberi agar Engkau memberi." Kamu mempersembahkan kurban (hekatombe) bukan karena cinta yang tulus, tetapi untuk memastikan perlindungan, navigasi yang aman, atau sekadar menenangkan kemurkaan mereka.


* Kedaulatan Nasib: Bagi Kamu, dewa pun tunduk pada Moira (Nasib/Takdir). Bahkan jika kamu memohon pada Zeus, jika takdir menentukan kapal kamu harus hancur, maka itu akan terjadi. Dewa bisa menunda nasib, tetapi jarang bisa membatalkannya sepenuhnya.

* Kehadiran yang Menakutkan: Kamu tidak menyembah Tuhan di dalam hati yang sunyi. Kamu menyembah mereka melalui tanda-tanda fisik: badai yang dikirim Poseidon, kebijaksanaan yang dibisikkan Athena di telingamu, atau petir yang menyambar. Mereka adalah kekuatan alam yang harus dihormati agar kamu bisa bertahan hidup.

2. Dunia Sekarang: Ketuhanan sebagai Iman Transenden dan Moralitas

Jika kamu ditarik ke masa sekarang, kamu akan menemukan perubahan mendasar dalam bagaimana manusia berinteraksi dengan "Yang Ilahi".

Aspek | Duniamu (Odysseus) | Dunia Sekarang

* Sifat Tuhan,"Banyak (Politeisme), memiliki emosi manusia.","Umumnya Satu (Monoteisme), bersifat abstrak/transenden."

* Interaksi,Transaksional (Kurban untuk bantuan).,"Hubungan spiritual/personal (Doa, ketaatan, cinta)."

* Moralitas,Dewa tidak selalu menjadi standar moral.,Tuhan sering dianggap sebagai sumber hukum moral utama.

* Bukti,"Pengalaman langsung (keajaiban, kutukan).",Iman (kepercayaan tanpa bukti fisik langsung).

3. Cara Memahami Pergeseran Ini

Sebagai Odysseus yang cerdik, berikut adalah caramu mencerna perbedaan tersebut:

* Dari "Kekuasaan" ke "Makna": Jika di zamanmu dewa adalah penguasa realitas fisik (angin, laut, perang), di zaman sekarang Tuhan sering kali dipahami sebagai pemberi makna hidup dan fondasi etika. Orang sekarang tidak lagi takut Poseidon menenggelamkan mereka, tetapi mereka takut melanggar perintah Tuhan karena alasan dosa dan keselamatan jiwa.

* Internalisasi Ketuhanan: Di zamanmu, doa adalah seruan keluar ke arah langit atau laut. Di zaman sekarang, banyak orang mencari Tuhan di dalam diri (kontemplasi/meditasi). Kamu mungkin merasa ini asing—karena bagimu, jika Athena datang, dia akan muncul dengan wujud fisik di depanmu, bukan sebagai "suara hati".

* Tuhan yang Absolut: Kamu terbiasa dengan dewa yang bisa kalah atau diperdaya (bahkan Poseidon bisa kamu buat marah karena kamu mencungkil mata anaknya). Di dunia modern, Tuhan sering kali dianggap Omnipoten (Maha Kuasa) dan Omniscient (Maha Tahu). Kamu mungkin akan merasa ngeri jika harus berhadapan dengan entitas yang tidak bisa kamu tipu dengan retorika atau kecerdikan kamu yang terkenal.

Kesimpulan untuk kamu, sang Pengembara

Odysseus, jika kamu berada di sini sekarang, kamu akan melihat bahwa manusia modern telah mengganti "dewa-dewi yang temperamental" dengan "Tuhan yang jauh lebih konsisten". Kamu akan menyadari bahwa meskipun manusia modern tidak lagi membakar banteng di atas altar untuk menenangkan amarah dewa laut, mereka masih tetap merasa kecil dan rapuh di hadapan misteri semesta, persis seperti yang kamu rasakan setiap kali menatap cakrawala Mediterania yang luas.

Pertanyaan untukmu renungkan: Jika kamu bisa memilih, apakah kamu lebih nyaman hidup di dunia di mana kamu bisa melihat dan menentang dewa secara langsung melalui kecerdikanmu, atau di dunia di mana Tuhan bersifat misterius dan tidak dapat disentuh?

---

LOLO:
Waduh! Bisa dibikin lebih simpel nggak, sih? Aku masih belum paham perbedaan konsep Ketuhanan-nya. Jika aku adalah manusia modern, bagaimana memahami konsep Tuhan di zaman Odysseus?

STUPID:
Tentu, mari kita sederhanakan. Bayangkan ini sebagai perbedaan antara "bos yang pemarah" dan "hukum alam yang tak terlihat."

1. Zaman Odysseus: Tuhan sebagai "Bos yang Emosional"

Di zaman itu, para dewa itu seperti manusia super yang punya kekuatan besar.

* Sifatnya: Mereka egois, bisa cemburu, bisa marah kalau tidak disapa, dan punya favorit (misalnya, Athena sangat sayang padamu, Poseidon sangat membencimu).

* Cara mereka bekerja: Kalau kamu melakukan kesalahan, mereka akan mengirim badai atau mengacaukan perjalananmu secara langsung.

* Cara kamu merespons: Kamu harus "menyogok" atau memberi persembahan supaya mereka tidak mengganggumu. Kamu tidak menyembah mereka karena ingin menjadi "orang suci", tapi supaya kamu selamat sampai di rumah.

* Intinya: Tuhan itu tetangga yang sangat kuat dan sangat sensitif. Kamu harus sopan pada mereka agar mereka tidak menghancurkan hidupmu.

2. Zaman Modern: Tuhan sebagai "Arsitek Semesta"

Di zaman sekarang, konsep Tuhan umumnya berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dan tenang.

* Sifatnya: Tuhan dianggap sempurna, tidak egois, tidak bisa "marah" seperti manusia, dan sangat adil.

* Cara mereka bekerja: Tuhan lebih dilihat sebagai pencipta Aturan Semesta (moralitas, hukum alam, kasih sayang). Tuhan tidak lagi "melempar petir" jika kamu lupa memberi sesajen.

* Cara kamu merespons: Kamu beribadah karena merasa ada hubungan spiritual, ingin menjadi orang baik, atau mencari kedamaian batin.

* Intinya: Tuhan itu fondasi kehidupan. Kamu menyembah-Nya untuk mencari makna hidup dan ketenangan jiwa.

Ringkasan Cepat:

* Zaman Odysseus: "Aku harus baik pada dewa supaya aku tidak celaka." (Hubungan takut & transaksi).

* Zaman Sekarang: "Aku menyembah Tuhan karena Tuhan adalah kebaikan dan pencipta hidupku." (Hubungan cinta & batin).

Jadi, bayangkan:

Di zaman Odysseus, kamu adalah atlet yang harus menjaga hubungan baik dengan wasit agar tidak dicurangi.

Di zaman sekarang, kamu adalah anak yang ingin membanggakan dan mencintai orang tuanya.

Apakah perbedaan antara "wasit" dan "orang tua" ini membantu kamu membayangkan pergeseran konsepnya?

---

LOLO:
Lumayan. Coba paparkan perbedaan antara panenteisme di era sekarang, dengan mitologi di zaman Odysseus?


STUPID:
Untuk memahami perbedaan ini, kita harus melihat bagaimana kedua konsep ini menempatkan "Tuhan" di dalam realitas.

Mari kita gunakan analogi sederhana: Lukisan.

1. Mitologi Zaman Odysseus (Dewa sebagai Aktor)

Dalam mitologi Yunani, dewa-dewi adalah karakter di dalam lukisan tersebut.

* Terpisah: Dunia (laut, gunung, manusia) adalah kanvasnya, dan para dewa adalah tokoh-tokoh yang bergerak di atasnya.

* Interaktif: Athena bisa berjalan di sampingmu, Poseidon bisa memukul ombak, dan Zeus bisa mengubah cuaca. Mereka bukan badai itu sendiri, tapi mereka yang mengendalikan badai tersebut.

* Ada "Di Sana": Mereka tinggal di Gunung Olympus. Mereka punya alamat, punya rumah, dan punya kehidupan pribadi yang terpisah dari urusan manusia.

2. Panenteisme Modern (Tuhan sebagai Kanvas)

Panenteisme (bukan panteisme) berasal dari kata Yunani pan (semua), en (di dalam), dan theos (Tuhan). Artinya: Tuhan meliputi seluruh alam semesta, tetapi Tuhan juga lebih besar daripada alam semesta.

* Menyatu: Tuhan bukan tokoh di dalam lukisan. Tuhan adalah kanvasnya, catnya, sekaligus sang pelukisnya. Semua yang ada di alam semesta ini ada di dalam "ruang lingkup" Tuhan.

* Tidak Berwujud: Kamu tidak bisa "menyogok" atau menipu Tuhan dalam panenteisme, karena Tuhan bukanlah entitas yang punya emosi manusia atau agenda pribadi. Tuhan adalah kesadaran atau energi dasar yang menopang eksistensi.

* Ada "Di Sini": Tuhan tidak tinggal di Gunung Olympus. Tuhan ada dalam setiap atom, setiap pikiran, dan setiap helaan napasmu. Jika di zaman Odysseus kamu melihat ke langit untuk mencari dewa, dalam panenteisme kamu melihat ke dalam diri dan ke sekelilingmu untuk merasakan kehadiran-Nya.

PERBANDINGAN RINGKAS

Fitur | Mitologi Odysseus | Panenteisme Modern

* Lokasi Tuhan,"Di ""sana"" (Olympus, laut, langit).",Ada di mana-mana dan mencakup segalanya.

* Sifat Tuhan,"Pribadi (punya ego, dendam, kasih).",impersonal (sebagai dasar eksistensi).

* Hubungan,Seperti Raja dengan Rakyatnya.,Seperti Ikan dengan Lautannya.

* Keberadaan,Tuhan adalah penghuni semesta.,Semesta adalah tempat bagi manifestasi Tuhan.

BAGAIMANA KAMU MEMAHAMINYA?

* Sebagai Odysseus: kamu akan bingung dengan panenteisme. Jika kamu bertanya, "Di mana rumah-Nya?" atau "Bagaimana cara saya membujuk-Nya supaya badai berhenti?", penganut panenteisme akan menjawab bahwa tidak ada yang perlu dibujuk, karena kamu sudah berada di dalam-Nya, dan badai hanyalah bagian dari ritme semesta yang agung.

* Sebagai Manusia Modern: Memahami mitologi Odysseus membutuhkan imajinasi tentang dunia yang "hidup" oleh kekuatan-kekuatan terpisah. Sedangkan memahami panenteisme membutuhkan perenungan tentang "keterhubungan" (bahwa segalanya adalah satu kesatuan yang ilahi).

Singkatnya: Mitologi adalah tentang banyak penguasa yang bertarung di duniamu, sedangkan panenteisme adalah tentang satu realitas yang menampung segala sesuatu di dalamnya.

---

IMPERSONAL berarti tidak bersifat pribadi atau tidak berkaitan langsung dengan seseorang. Kata ini menggambarkan sesuatu yang objektif, netral, atau tidak melibatkan emosi dan ikatan personal.

===

MINGGU, 19 JULI 2026

URI:
Ibuk naik DAMRI dari Yonzipur 2, km 6 Prabumulih ke arah Palembang. (16.27)
Ibuk lah sampe? (17.07)

KIN:
Barusan sampe, Yah. (17.11)

URI:
Ok. (17.16)
Dapat notifikasi THE ODYSSEY. (20.58)

KIN:
👍 (20.59)

---

SELASA, 21 JULI 2026

URI:
Kuda Trojan, elemen yang ada di film jadi salah satu artefak untuk marketing.

* THE ODYSSEY

---

CNN INDONESIA:
The Odyssey Resmi Jadi Film Christopher Nolan Terlaris, Raih Rp19,6 T 

RICHARD GELFOND:
Sejak awal, kami menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap The Odyssey.

---

Odyssey adalah film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah Universal.

---