---
RABU, 4 JUNI 2025
URI:
Setelah aku rasa-rasa. Barangkali aku sulit untuk bisa selaras. Gaya hidup seniman memang berbeda. (14.13)
KIN:
Iya, Yah. (21.55)
SENIN, 9 JUNI 2025
URI:
Keliatannya, gak ada lagi yang bikin aku merasa nyaman untuk mengungkapkan kekecewaan diri, selain ke kamu dan anak-anak. Tapi aku juga nggak mau terus2an menjejali kalian dengan keluhan demi keluhan di dalam hidupku. Akan bagaimana kah hidupku selanjutnya? Entahlah.
KIN:
Pelan pelan insyaAllah akan membaik. Kami akan selalu ada untuk ayah🥰 (05.32)
URI:
Sulit. (09.51)
KIN:
Bisa, Yah. (10.02)
JUMAT 13 JUNI 2025
URI:
Sebenarnya aku senang pulang kampung ke Gelumbang ini. Tapi... (09.30)
Aku lelah dengan sisi diriku yang insecure. (09.40)
Bukannya malah hidup lempeng sehingga bisa fokus cari rezeki, yang ada, di diriku terindikasi "penyakit hati". (09.42)
URI:
Tahun 2022, awal2 mbak Uyi kuliah. (18.27)
SENIN, 16 JUNI 2025
URI:
Sekarang aku sadar, aku bukanlah orang perfilman. Sekedar penonton film saja, itu pun bukan yang getol banget. Aku merasa tidak punya tempat di perfilman Indonesia, begitu juga di dunia penulisan dan pertanian.
Sejujurnya, aku bukanlah suami dan ayah yang ideal, jadi aku rasa, aku gak layak.
KIN:
Ayah makan yuk (19.56)
---
LOLO:
Usiaku menjelang 48 tahun. Aku sering merasa punya penyakit hati (qalbu), tapi aku sendiri nggak yakin apakah itu penyakit atau bukan. Bagaimana cara mengetahuinya?
STUPID:
Menghadapi usia menjelang 48 tahun adalah masa refleksi yang sangat baik. Dalam tradisi spiritual, kondisi yang Kamu alami sering disebut sebagai muhasabah atau introspeksi diri. Merasakan adanya "penyakit hati" bukanlah tanda Kamu orang buruk, melainkan tanda bahwa Kamu masih memiliki hati yang hidup dan peka.
Berikut adalah panduan untuk membantu Kamu mengenali apakah yang Kamu rasakan adalah gangguan pada kesehatan hati (qalbu) atau sekadar respons manusiawi.
# INDIKATOR PENYAKIT HATI
Secara umum, penyakit hati (seperti sombong, dengki, riya, atau 'hubbud dunya') memiliki ciri-ciri yang dapat dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari:
* Kehilangan Ketenangan:
Hati yang sehat ditandai dengan perasaan tenang meski diterpa masalah. Jika Kamu terus-menerus merasa gelisah, cemas yang berlebihan, atau tidak pernah merasa cukup (qana’ah), ini bisa menjadi sinyal.
* Reaksi terhadap Orang Lain:
Perhatikan apakah Kamu mudah merasa tidak senang melihat kesuksesan orang lain, atau sebaliknya, Kamu merasa lebih baik daripada orang lain (meremehkan).
* Berat dalam Berbuat Baik:
Jika melakukan hal-hal yang baik (seperti beribadah, menolong, atau bersedekah) terasa sangat berat dan hanya dilakukan karena keterpaksaan atau keinginan dipuji, ini adalah salah satu tanda "penyakit" yang perlu diobati.
* Sulit Menerima Kebenaran:
Hati yang "sakit" cenderung menolak nasihat atau cenderung selalu mencari pembenaran atas kesalahan diri sendiri.
* Hati yang Keras:
Merasa sulit untuk tersentuh, sulit memaafkan, atau sulit merasakan empati terhadap penderitaan orang lain.
# LANGKAH UNTUK MENGETAHUINYA (SELF-CHECK)
Untuk membedakan apakah itu penyakit hati atau sekadar beban pikiran, cobalah lakukan langkah-langkah berikut:
1. Metode Isolasi (Khalwat):
Sisihkan waktu sekitar 15-30 menit dalam suasana sunyi. Hindari ponsel dan distraksi. Tanyakan pada diri sendiri: "Apa yang sebenarnya paling aku takutkan jika orang lain tahu tentang diriku?" Jawaban jujur dari pertanyaan ini sering kali mengungkap akar masalah yang sebenarnya.
2. Uji dengan Berbagi:
Cobalah melakukan satu tindakan tulus tanpa diketahui orang lain (sedekah rahasia atau doa untuk musuh/orang yang tidak Kamu sukai). Amati perasaan Kamu: apakah muncul rasa lega, atau justru rasa kesal karena tidak diapresiasi?
3. Tuliskan Perasaan:
Tuliskan apa yang Kamu rasakan di jurnal. Sering kali, apa yang kita sebut "penyakit hati" ternyata hanya akumulasi dari stres kerja, kelelahan mental, atau penyesalan masa lalu yang belum berdamai.
# CARA MENGOBATI
Jika Kamu merasa ada yang perlu diperbaiki, ingatlah bahwa ini adalah proses seumur hidup:
* Memaafkan Diri Sendiri:
Di usia menjelang 48 tahun, mungkin ada banyak penyesalan. Terimalah bahwa Kamu adalah manusia. memaafkan diri sendiri adalah langkah pertama menyembuhkan hati.
* Membersihkan Lingkungan:
Hati sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lihat dan dengar. Kurangi konsumsi konten atau pergaulan yang memicu rasa iri, membandingkan diri dengan orang lain, atau memicu kemarahan.
* Zikir atau Meditasi:
Lakukan teknik pernapasan atau zikir yang fokus pada pengosongan pikiran. Ini membantu menurunkan level kortisol (hormon stres) yang sering kali disalahartikan sebagai "penyakit hati".
* Berbagi Tanpa Syarat:
Membantu orang lain tanpa pamrih adalah obat paling mujarab untuk melunakkan hati yang keras.
---
MINGGU, 14 JUNI 2026
URI:
Antri SPBU. Puanjaaang. (10.53)
KIN:
Semoga dapat, Yah (10.58)
URI:
Kondisi cuaca ini bukan "hujan beguyur", tapi "gerimis beguyur". Basah jugo lamo-lamo. (17.35)
KIN:
👍 (17.36)
URI:
Oh, namanya UTILITY BICYCLE. (18.46)
Kalo orang bule bawa sepeda, keren2 aja ya? Lah kalo kita, wkwkwk... (23.20)
URI:
Mbak Uyi lah sampe Baturajo belum? (11.43)
KIN:
Mbak Uyi udah lewat Tulungbuyut. (15.15)
---
Utility Bicycle =
* City Bicycle,
* Urban Bicycle,
* European City Bike (ECB),
* Dutch Bike,
* Classic Bike,
* City-bike.
Roadster Bicycle is a type of utility bicycle.
Bicycle Types
Step-through frame adalah jenis rangka sepeda dengan palang atas (top tube) yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Desain ini memungkinkan pengendara menaiki atau turun dengan cara melangkah langsung melewati rangka alih-alih harus mengangkat kaki tinggi-tinggi untuk melewati palang seperti sepeda tradisional.
Bicycle Parts
Luggage Carrier
---
LOLO:
Apakah "luggage carrier" pada sepeda bisa dipakai untuk penumpang?
STUPID:
Secara umum, tidak disarankan menggunakan luggage carrier (rak bagasi) standar sepeda untuk membonceng orang dewasa atau anak-anak. Berikut adalah alasan utamanya serta solusinya:
Mengapa Rak Bagasi Standar Tidak Aman untuk Penumpang?
1. Batasan Beban Maksimal (Weight Capacity):
Rak bagasi standar biasanya hanya dirancang untuk menahan beban sekitar 15 kg hingga 25 kg. Jika digunakan untuk membonceng orang (terutama orang dewasa), rak sangat berisiko patah, melengkung, atau rusak permanen.
2. Stabilitas dan Keseimbangan:
Rak standar tidak dirancang untuk menahan titik gravitasi yang tinggi dan bergerak dari seorang penumpang. Hal ini akan sangat mengganggu keseimbangan sepeda, membuat sepeda sulit dikendalikan, dan meningkatkan risiko kecelakaan saat berbelok atau mengerem.
3. Tidak Ada Fitur Keamanan:
Rak bagasi tidak memiliki dudukan kaki (footrest), sandaran, atau pegangan tangan yang aman untuk penumpang. Tanpa pijakan kaki, kaki penumpang berisiko tersangkut ke jari-jari roda (spokes), yang bisa berakibat fatal.
4. Masalah Struktur Rangka:
Banyak rak bagasi dipasang pada dudukan yang tidak dirancang untuk menahan beban dinamis yang besar dari seorang manusia. Hal ini bisa merusak rangka sepeda Anda.
Apa Solusi yang Benar untuk Membonceng?
Jika kamu memang perlu membawa penumpang, gunakanlah peralatan yang sudah teruji dan dirancang khusus untuk tujuan tersebut:
* Untuk Anak-anak:
Gunakan kursi bonceng khusus anak (child seat) yang dipasang sesuai dengan standar keselamatan (biasanya dipasang di belakang atau di depan di antara stang dan sadel). Kursi ini memiliki pengaman tubuh dan pijakan kaki agar kaki anak tidak masuk ke roda.
* Untuk Orang Dewasa:
> Sepeda Tandem: Dirancang khusus untuk dua orang.
> Sepeda Longtail atau Cargo Bike: Jenis sepeda ini memiliki bagian belakang yang diperpanjang dan diperkuat secara struktur untuk membawa penumpang atau beban berat.
> Boncengan Samping (Sidecar): Ini adalah opsi lain untuk membawa penumpang dengan stabilitas yang lebih baik.
CATATAN PENTING: Jika kamu terpaksa menggunakan rak untuk membonceng, pastikan rak tersebut bertipe heavy-duty dirancang khusus untuk touring atau beban berat, namun tetap saja ini tidak dianjurkan untuk keselamatan penumpang maupun integritas sepedamu.
LOLO:
Perasaan dulu nggak ribet kayak gini, deh. Pakai "roadster bicycle" bisa bawa penumpang orang dewasa di belakang. Nggak harus pakai "longtail bicycle".
STUPID:
Kamu benar, dan ingatan mu tidak salah. Ada perbedaan mendasar dalam desain antara sepeda modern dan sepeda model 'roadster' atau sepeda "ontel" klasik yang mungkin kamu maksud.
Berikut adalah alasan mengapa pada zaman dulu hal itu terasa "tidak ribet" dan bisa dilakukan:
1. Perbedaan Konstruksi dan Material
Sepeda 'roadster' klasik atau sepeda "ontel" dirancang dengan material baja yang sangat tebal dan berat. Rangkanya dibuat sangat kokoh dan kaku untuk menahan beban statis yang besar. Rak bagasi pada sepeda jenis ini sering kali merupakan 'bagian integral dari rangka belakang' atau menggunakan besi solid yang dilas mati ke rangka utama, bukan sekadar rak tambahan (bolt-on) seperti pada sepeda modern.
2. Desain Rak dan Penumpang
Pada sepeda roadster, rak belakang biasanya memang didesain untuk "beban dinamis" manusia.
* Dukungan Struktur: Rak tersebut disangga oleh dua batang besi yang langsung menyambung ke bagian 'dropout' atau as roda belakang, sehingga beban orang dewasa langsung terdistribusi ke roda, bukan hanya menggantung pada baut rangka.
* Stabilitas: Karena 'wheelbase' (jarak sumbu roda) sepeda ontel cenderung panjang dan pusat gravitasi yang rendah, sepeda tersebut lebih stabil saat ditumpangi dua orang dibandingkan sepeda gunung (MTB) atau sepeda balap modern yang rangkanya ringan dan 'agile'.
3. Pergeseran Tren Sepeda
Industri sepeda modern telah mengalami pergeseran fokus:
* Efisiensi Berat: Sepeda modern (seperti MTB, road bike, atau hybrid) dibuat seefisien mungkin. Material aluminium atau karbon tidak dirancang untuk menahan beban terpusat yang besar di bagian rak. Jika dipaksakan, rangka bisa retak atau deformasi.
* Spesialisasi: Karena sepeda sekarang dikategorikan sangat spesifik (untuk balap, untuk melompat, untuk 'commute' ringan), maka rak bagasi pun diturunkan fungsinya menjadi sekadar tempat menaruh tas atau perlengkapan, bukan untuk membonceng manusia.
Mengapa Sekarang Terasa "Ribet"?
Karena jika kamu menggunakan sepeda modern dengan rak tambahan (aftermarket) untuk membonceng orang dewasa, risikonya jauh lebih besar karena titik kegagalan (failure point) sepeda modern tidak ada di bagian belakang. Baut-baut tipis yang menahan rak modern tidak dibuat untuk menahan beban dinamis manusia yang bergerak-gerak.
Jika kamu masih memiliki sepeda roadster atau ontel klasik, secara teknis ia memang lebih mumpuni untuk membawa penumpang dibanding sepeda modern standar. Namun, jika kamu menggunakan sepeda modern, anjuran untuk tidak membonceng orang di rak biasa adalah bentuk langkah preventif terhadap kecelakaan karena materialnya yang memang tidak dirancang untuk itu.
---
Ride your bike with a bestie or your bae on the back
Yuba Bikes
Widih! Asterix dan Obelix bawa batu menhir.
---
Royal Dutch Gazelle is the largest and most famous bicycle manufacturer in the Netherlands. The company employs 550 workers at its factory in Dieren, Netherlands, producing 300,000 bicycles a year. Total production has passed 13 million.
===
DEL PIERO:
My only focus is playing footbal.
ARSÈNE WENGER:
We want football to be strong everywhere.
2026 FIFA World Cup began on June 11, 2026, and is scheduled to conclude on July 19.
---
FOTO:
* Yai, Nyai, Uyi & Ewi. (Minggu, 14 Juni 2026)
* Ayah, Imi & Ibu (31 Mei 2026)
---











