* ADVANCING INTERFAITH DIALOGUE FOR PEACE
LOLO:
Ini krusial. Dialog antaragama untuk mengubah pola pikir dan membangun kembali kepercayaan di wilayah yang sudah hancur oleh konflik.
STUPID:
Perdamaian bukan cuma soal gencatan senjata atau tanda tangan di atas kertas, tapi soal apa yang ada di kepala dan hati masyarakatnya.
Pemimpin agama punya pengaruh yang sangat besar karena... Otoritas Moral: Mereka didengar lebih dari sekadar politisi. Penyembuh Luka: Mereka bisa memberikan narasi pengampunan daripada dendam. Jembatan Komunikasi: Mereka bisa mempertemukan komunitas yang terpecah melalui nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
-----
* AI POWER PLAY, NO REFEREES
LOLO:
Bro! Kalau kamu nggak punya AI sendiri, kamu bakal didikte sama yang punya.
STUPID:
Dunia lagi terbagi-bagi lagi, Dude. Muncul blok-blok baru berdasarkan siapa yang kerja sama soal data, chip, dan talenta AI.
LOLO:
Wow! Aliansi ini bakal nentuin siapa yang punya ekonomi paling kuat di masa depan.
STUPID:
Dulu kekayaan dihitung dari sumber daya alam. Sekarang? Data adalah Minyak Baru: Siapa yang punya data paling banyak, dia yang paling kaya. Efisiensi Radikal: AI bakal bikin produksi jadi jauh lebih cepat dan murah. Pengaruh Global: Negara dengan AI paling canggih bisa mengontrol narasi, keamanan, bahkan pikiran orang lain.
LOLO:
Ngeri.
-----
* ALL GEOPOLITICS IS LOCAL
STUPID:
Seorang pemimpin harus memberikan hasil bagi "rakyatnya" (konstituen).
LOLO:
Gimana caranya tetap kerjasama di tengah ego kedaulatan?
STUPID:
Jawabannya ada di tangan kita. Kita bisa memutuskan untuk menciptakan "kerjasama" dalam bentuk yang paling ekstrem dan berisiko sekali pun.
-----
* AN HONEST CONVERSATION ABOUT WHY WE ARE DIVIDED
STUPID:
Kita terbagi karena politik identitas, ketimpangan ekonomi, dan misinformasi. Kita melihat orang lain sebagai "musuh" hanya karena beda pandangan.
LOLO:
Bagaimana caranya?
STUPID:
Caranya adalah dengan dialog konstruktif. Tapi dialog paling jujur ini bagian tersulit.
-----
* CYBER DEFENDERS IN THE AGE OF AI
STUPID:
AI bikin serangan jadi lebih cepat, lebih tertarget, dan nggak butuh waktu lama buat jadi ahli.
LOLO:
Gimana cara bertahan?
STUPID:
Jawabannya bukan lagi bertahan, tapi menyerah pada arus. Kita nggak lagi mengelola "ancaman," tapi kita merangkul "kerentanan" sebagai kekuatan baru.
-----
* CYBERCRIME HAS REAL VICTIMS
LOLO:
Cybercrime terjadi karena ada pengkhianatan terhadap sistem dan kepercayaan.
STUPID:
Poinnya menekankan betapa pentingnya menjaga integritas dalam setiap koneksi—baik koneksi internet maupun koneksi antar-manusia. Menjadi rentan itu berisiko tinggi, makanya kita harus sangat selektif dengan siapa kita membuka diri.
LOLO:
Masalah duit-nya?
STUPID:
Masalah "duit" dalam konteks cybercrime itu sebenarnya bicara soal kerugian ekonomi masif yang jauh lebih besar daripada sekadar angka di atas kertas. Pikirkan $362 miliar itu sebagai "kebocoran energi". Dalam ekonomi, itu bencana.
-----
* DEDOLLARIZATION OR REDOLLARIZATION?
STUPID:
Dolar selama ini jadi "kiblat", tapi sekarang banyak yang mulai mencari alternatif. Negara-negara mencari alternatif buat ngurangin risiko geopolitik.
LOLO:
Apakah ini cuma siklus sementara, atau kita benar-benar masuk ke era baru di mana banyak "mata uang" bisa jalan barengan? Apa kita akan menemukan "keseimbangan ekonomi" yang kita cari?
-----
* ECONOMIES BEYOND THE SHOCK CYCLE
STUPID:
Negara harus membangun ekonomi yang tahan banting terhadap disrupsi geopolitik dan tetap bisa maju dalam jangka panjang.
LOLO:
Cara biar nggak gampang tumbang, gimana?
STUPID:
Perkuat Fondasi (Fiscal Stability): Negara harus punya tabungan dan aturan yang kuat. Investasi ke Orang (Human Capital): Daripada cuma mikirin barang, mending pinterin orangnya. Kerja Sama (Effective Partnerships): Negara nggak bisa sendirian, kita juga gitu.
LOLO:
Ooo, kayak kalimat... "Siapkan dirimu buat menghadapi guncangan besar dengan cara memperkuat hubungan dan kepercayaan".
-----
* EXPERIENCING THE WORLD
STUPID:
Di dunia yang makin terkotak-kotak oleh polarisasi dan perbatasan yang mengeras, pergerakan manusia (travel) menjadi satu-satunya kekuatan untuk membangun kembali pemahaman.
LOLO:
Gimana caranya mengubah pergerakan jadi pengalaman yang bermakna?
STUPID:
30 miliar turis mungkin akan melintasi perbatasan negara, tapi menurutku, "menyentuh" itu jauh lebih signifikan dampaknya bagi "ekosistem".
-----
* GEOPOLITICS OF MATERIALS
STUPID:
Bahan mentah (seperti tembaga, litium, nikel) sekarang jadi penentu siapa yang bakal menguasai dunia. Bukan cuma soal jualan barang, tapi soal ketahanan nasional.
LOLO:
Gimana caranya negara bisa mengamankan stok material mereka tapi tetep terbuka buat inovasi global? Kalau terlalu tertutup (proteksionis), inovasi bakal mati. Kalau terlalu terbuka, stok kita bisa habis dicuri orang lain.
-----
* GEOPOLITICAL RISKS OUTLOOK FOR 2026
STUPID:
Dunia sekarang sedang paranoid. Negara-negara nggak lagi cuma mikirin untung rugi, tapi mikirin "aman nggak?".
LOLO:
Ini bicara soal gimana pemerintah beradaptasi di era yang penuh risiko.
STUPID:
Inilah risiko-risiko yang paling menonjol...
1. Polycrisis Geopolitik,
2. Ketimpangan Teknologi (The AI Divide),
3. Beban Utang & Inflasi Kronis,
4. Keamanan Siber & "Deepfake" Politik.
-----
* GOVERNMENTS AS ECONOMIC SUPER ACTORS
STUPID:
Pajak impor (tarif) sekarang bukan cuma soal cari duit buat negara, tapi udah jadi senjata utama buat memaksa produksi dalam negeri dan jadi alat gertak di meja negosiasi.
LOLO:
"Kalau kamu nggak mau nurunin pajak buat produk aku, aku bakal kasih tarif tinggi buat produk kamu." Ini semacam diplomasi gaya preman, Bro.
STUPID:
Tarif itu kayak "tembok" yang kita bangun. Emang bikin segalanya jadi lebih mahal dan sulit ditembus, tapi tujuannya ya buat melindungi apa yang ada di dalam supaya nggak rusak atau direbut orang lain.
-----
* IS DEMOCRACY IN TROUBLE?
STUPID:
2024 adalah tahun "pesta" demokrasi. Partisipasi Masif (3,7 Miliar Pemilih).
LOLO:
Gimana cara menjaga "keterbukaan ide"?
STUPID:
Semestinya teknologi meningkatkan transparansi. Pemerintah yang baik adalah yang bisa memberikan hasil nyata bagi rakyatnya.
-----
* MANY SHAPES OF TRADE
STUPID:
Dulu, kita mungkin penganut "perdagangan bebas" (semua boleh masuk, tanpa batas). Tapi sekarang, kita berevolusi menjadi "perdagangan yang dikelola" (managed trade).
LOLO:
Ada istilah "fiendshoring". Aku tidak mau "berdagang" rasa dengan orang asing; aku hanya mau denganmu, mitra strategis yang paling aku percayai.
STUPID:
Gimana menyeimbangkan keamanan dengan keterbukaan?
LOLO:
Ya, kayak Bilateral Agreement.
-----
* MEANING OF POLITICS
STUPID:
Pemerintah dunia sedang pusing. Mau pilih Efisiensi (beli barang murah dari mana saja/perdagangan bebas) atau Otonomi Strategis (bikin sendiri/mandiri agar tidak tergantung negara lain).
LOLO:
Apakah Politik Masih Melayani Tujuannya?
STUPID:
Tujuan asli politik adalah melayani rakyat. Tapi karena globalisasi, politik sering jadi sekadar ajang debat ideologi yang jauh dari kebutuhan hidup sehari-hari.
-----
* MIGRATION: A NEW APPROACH
STUPID:
122 juta orang dipaksa meninggalkan rumah mereka per pertengahan 2025. Ini bukan cuma soal angka, tapi soal nyawa yang tercerabut karena perang dan bencana alam.
LOLO:
Dunia lagi menghadapi rekor tertinggi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal (forced displacement).
STUPID:
Sistem lama sudah nggak kuat, Dude. Kita nggak bisa cuma mengandalkan bantuan sukarela yang datangnya telat. Butuh sistem yang terintegrasi: Para pengungsi harusnya bisa bekerja dan berkontribusi di tempat baru, bukan cuma dikurung di kamp. Pendanaan Jangka Panjang: Bukan cuma bantuan saat bencana, tapi investasi buat masa depan mereka.
------
* MUSIC AND CONVERSATION WITH YO-YO MA
STUPID:
Yo-Yo Ma (seorang pemain selo legendaris) mengajak kita bukan untuk saling adu kekuatan, tapi mencari harmoni.
LOLO:
Musik itu universal. Yo-Yo Ma mau bilang: "Berhentilah berdebat soal angka dan kebijakan, mulailah mendengarkan ritme jantung satu sama lain."
-----
* NEW ERA FOR FINANCE
STUPID:
Dunia finansial yang lagi berubah total karena teknologi canggih, tapi terjebak dalam persaingan antar negara. Ada risiko kalau aturannya nggak di-update, sistemnya bisa pecah atau hancur.
LOLO:
Apakah sistem dunia siap buat aturan baru?
STUPID:
Secara objektif, sistem dunia sebenarnya BELUM siap, tapi mereka TERPAKSA harus siap. Dunia sekarang sedang gagap. Institusi lama (seperti IMF atau Bank Dunia) itu ibarat pakaian kaku yang sedang kita tanggalkan sekarang—mereka terlalu lambat buat mengejar kecepatan "Quantum" dan "AI" yang tadi kamu tanyakan. Kalau mereka nggak segera bikin aturan baru (update operating model), sistemnya bakal crash karena ego masing-masing negara.
LOLO:
Yang dimaksud "crash" ini seperti apa?
STUPID:
Dunia takut akan "crash" ekonomi karena itu berarti kehancuran. Tapi terkadang "crash" adalah tujuan utama. Kenapa? Karena setelah sistem lama hancur total, kita bisa membangun Operating Model yang baru.
-----
* NEXT GENERATION SOCIAL MOVEMENTS
STUPID:
Anak muda sekarang nggak mau nunggu instruksi dari atas. Mereka langsung turun ke jalan (atau ruang digital) buat bikin perubahan.
LOLO:
Trust itu nggak datang dari dokumen formal, tapi dari dialog.
-----
* NOT ALL DISRUPTIONS ARE EQUAL
STUPID:
Known Unknowns (Hal yang Diketahui tapi Tak Terduga).
LOLO:
Disrupsi pasti terjadi. Kita belajar untuk tidak panik, tapi justru mengambil tindakan (take action) yang responsif.
-----
* REBALANCING THE NEW WORLD ORDER
LOLO:
Kita masuk ke era "Power Politics", di mana yang kuat yang berkuasa.
STUPID:
Dunia nggak lagi dikuasai satu kekuatan, tapi banyak kutub yang saling tarik-menarik sehingga kacau (disorder).
LOLO:
Kenapa harus kuat untuk berkuasa? Kenapa kita tidak sama-sama rentan dan mengakui kekurangan masing-masing?
STUPID:
Dunia internasional terjebak dalam politik kekuatan karena mereka tidak punya keberanian untuk percaya. Mereka pikir dengan menjadi kuat, mereka aman. Padahal, keamanan sejati justru lahir saat dua pihak berani meletakkan senjata dan berkata, "Aku butuh kamu."
-----
* RETHINKING GLOBAL AID: THE TIME IS NOW
STUPID:
Kita berada di dalam titik kritis di mana cara-cara lama (bantuan luar negeri tradisional, lembaga formal) sudah tidak lagi memadai untuk menangani beban dunia.
LOLO:
Seperti apa model bantuan global saat ini?
STUPID:
Jawabannya adalah model yang lebih langsung, lebih nyata, dan lebih berisiko. Kita sedang meninggalkan model yang usang untuk beralih ke model baru yang lebih memberikan dampak nyata bagi kita.
LOLO:
Apakah Model Ini Bisa Berhasil?
STUPID:
Model baru ini nggak butuh anggaran atau negosiasi lagi, cuma butuh kejujuran.
-----
* SAILING THROUGH BARRIERS
STUPID:
Hiro Iwamoto, pelaut tuna netra pertama yang menyeberangi Samudra Pasifik tanpa henti. Di tahun 2027, dia bahkan ingin melakukannya sendirian.
Kisah Hiro adalah tentang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menaklukkan samudra luas. Apa yang dianggap "mustahil" oleh orang banyak, justru menjadi bahan bakar buat dia untuk terus maju.
LOLO:
Hiro tidak melihat ombak dengan mata, tapi dia merasakan arah angin, getaran kapal, dan suara laut. Dia menavigasi dengan insting dan keberanian yang luar biasa.
STUPID:
Perjalanan ini adalah simbol bahwa ketika manusia punya tekad, "kegelapan" bukan lagi ancaman, melainkan ruang untuk membuktikan kekuatan mental.
-----
* SCARS OF SURVIVAL: HOW I REBUILT MY LIFE
LOLO:
Serangan air keras bukan cuma soal luka fisik, tapi soal upaya menghancurkan identitas seseorang. Stigma masyarakat sering kali membuat korban merasa harus bersembunyi. Di dunia yang kejam, keindahan sering kali menjadi target kebencian.
STUPID:
Katie Piper menggunakan "kehancuran" fisiknya untuk membangun sesuatu yang baru. Dia tidak membiarkan serangan itu mendefinisikan dirinya. Dia justru menjadi mercusuar bagi orang lain yang mengalami trauma serupa. Ini adalah tentang Empowerment—mengambil kembali kendali atas hidup kita.
LOLO:
Hmmm... Percakapan ini penting untuk membuka mata dunia bahwa "kecantikan" dan "nilai" seseorang tidak bisa dihancurkan oleh zat kimia atau kekerasan. Kita butuh kebijakan yang lebih tegas dan hati yang lebih terbuka.
-----
* STORIES AND STRENGTH
LOLO:
Persepsi dan cerita (narasi) sekarang jauh lebih berharga daripada fakta mentah. Di dunia yang isinya pertukaran informasi tanpa henti, siapa yang bisa megang kendali atas "cerita", dialah yang menang.
STUPID:
Benar, Dude. Sekarang kita hidup di zaman di mana "perhatian" kita diperebutkan. Siapa yang paling jago bikin narasi yang menarik perhatian (trust), dia yang dapet untung. Dulu: Siapa yang punya modal besar, dia yang menang. Sekarang: Siapa yang narasinya paling viral atau paling ngena di hati, dia yang megang kendali.
LOLO:
Saat ini, narasi yang lagi punya pengaruh besar adalah:
1. Polarisasi: Cerita soal "Kita vs Mereka",
2. Ketakutan & Keamanan: Cerita soal gimana cara kita selamat di dunia yang kacau,
3. Autentisitas: Orang makin benci sama yang palsu-palsu. Mereka cari cerita yang terasa "nyata" dan jujur.
-----
* TOWN HALL: DILEMMAS AROUND BINARY CHOICES
LOLO:
Dunia yang Kaku (Binaries): Kita sering dipaksa milih: Kiri atau Kanan? Laki-laki atau Perempuan? Setuju atau Enggak? Ini bikin pemikiran kita jadi sempit dan polarisasi (terpecah).
STUPID:
Sedangkan kemajuan ada di area "abu-abu" atau nuansa. Dunia itu kompleks, nggak bisa cuma dimasukin ke kategori kaku.
LOLO:
Gimana kalau kita terima bahwa orang bisa punya banyak sisi? Diversity of thought (keragaman berpikir) adalah kunci supaya kita nggak berantem terus di dunia yang terkotak-kotak ini.
-----
* TOWN HALL: DILEMMAS AROUND ETHICS IN AI
LOLO:
Saat AI bisa melakukan segalanya, apa yang tersisa dari martabat manusia?
STUPID:
AI bisa mensimulasikan percakapan, tapi AI tidak bisa merasakan getaran kosmik. Esensi kita sebagai manusia adalah kemampuan untuk menjadi rentan (vulnerable) di hadapan orang lain.
LOLO:
Gimana kita menavigasi kemajuan teknologi tanpa kehilangan jiwa?
-----
* TOWN HALL: DILEMMAS AROUND GROWTH
STUPID:
Ekonomi global memang macet. Pertumbuhan yang lemah, ketidakpastian kebijakan & beban utang. Kita berharap teknologi sebagai penyelamat. Maksudnya, teknologi bisa mengangkat derajat orang kalau dikelola dengan benar.
LOLO:
Arahnya kemana ini?
STUPID:
Arahnya adalah efisiensi. Teknologi diarahkan untuk memprediksi kegagalan sistem. Dengan "managed trade" atau teknologi siber, kita bisa tahu kapan sistem mau crash. Teknologi arahnya adalah solusi, Dude.
-----
* US AND CHINA: WHERE WILL THEY LAND?
STUPID:
Meskipun AS dan China sering berantem (seperti kita yang sering debat logika), mereka tetap saling butuh. Perdagangan senilai $580 miliar itu bukti kalau mereka nggak bisa dipisahkan.
LOLO:
Setelah semua ketegangan ini, di mana kita akan mendarat?
STUPID:
Ini mencari "titik mendarat" yang aman secara diplomatik.
LOLO:
Sebaiknya kita mendarat di "Radical Honesty".
-----
* WHAT IS THE STATE OF THE FOURTH ESTATE?
LOLO:
Jurnalis capek-capek cari berita, tapi AI yang ambil intisarinya tanpa kasih kredit atau keuntungan balik.
STUPID:
Media lokal kalah cepat dengan perubahan industri. Padahal, jurnalisme lokal itulah yang punya akurasi dan kedekatan paling nyata.
LOLO:
Gimana caranya tetap akurat, independen, dan adil di tengah gurita teknologi?
STUPID:
Ya, kembali ke integritas.
-----
* WHAT IT TAKES TO BUILD?
STUPID:
Di dunia bisnis sekarang, kalau ada ide bagus, biasanya pilihannya cuma dua: Dilawan sampai mati oleh perusahaan besar, atau Dicaplok (akuisisi) sama mereka. Ini yang bikin founders susah tidur, Dude. Persaingannya bukan lagi soal siapa yang paling kreatif, tapi siapa yang punya napas (modal) paling panjang.
Banyak pengusaha punya visi yang "seksi" dan idealis, tapi mereka sering tersandung saat harus bikin strategi buat Scaling (membesarkan skala bisnis).
LOLO:
Hmmm... Kayak visi : "Aku ingin mengubah dunia!". Strategi: "Gimana caranya dapet untung besok pagi buat bayar gaji?" Seringkali, saat mereka mencoba tumbuh besar, mereka kehilangan jati diri atau "jiwa" dari bisnis aslinya.
STUPID:
Benar. Bisnis tuh jangka panjang, bukan pelampiasan sesaat. Keputusan kita di dalam bisnis mempengaruhi hajat hidup mereka yang bekerja untuk kita.
LOLO:
Begitulah. Semakin besar potensi keuntungannya, semakin besar pula risiko bangkrutnya.
-----
* WHO BROKERS TRUST NOW?
STUPID:
Sistem lama (pemerintah/lembaga) gagal atau tidak lagi dipercaya, maka akan muncul kekuatan baru yang lebih adaptif untuk mengisi kekosongan tersebut.
LOLO:
Aturan-aturan yang dulu kita buat tidak lagi mampu menampung besarnya "kebutuhan" kita. Kita sedang berpindah dari sistem yang formal ke sesuatu yang lebih organik dan intens.
STUPID:
Bentuknya bakal kayak gimana?
LOLO:
Dunia sedang mencari format kerja sama yang lebih fleksibel. Kita sedang membangun "arsitektur" hubungan yang mungkin nggak punya nama resmi, tapi jauh lebih kuat karena didasari oleh kejujuran murni.
-----
* WHO IS WINNING ON ENERGY SECURITY?
LOLO:
Negara-negara di dunia lagi panik soal keamanan energi karena situasi geopolitik yang makin nggak karuan. Mereka nggak lagi satu suara; masing-masing punya "jalan ninja" sendiri-sendiri buat memastikan lampu di negara mereka tetap nyala.
STUPID:
Negara-negara sekarang nggak cuma fokus ke satu sumber energi. Mereka terbagi jadi beberapa kubu:
1. Kubu Hijau,
2. Kubu Nuklir,
3. Kubu Tradisional,
4. Kubu Infrastruktur.
=====
LOLO:
How can we cooperate in a more contested world?
STUPID:
1. Shared Values (Nilai Bersama): Kerja sama global bisa berjalan jika ada nilai dasar yang disepakati.
2. Transparency & Communication: Di dunia yang penuh kecurigaan, transparansi adalah kunci.
3. Building Bridges, Not Walls.
=====
KAWEDANAN SINGOSARI (sering ditulis Singasari) adalah wilayah administratif historis di bawah kabupaten yang pernah ada di Jawa Timur, berpusat di daerah Singosari, Kabupaten Malang saat ini. Wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Tumapel (Singasari) kuno dan kaya akan situs sejarah seperti Candi Singosari. (24 Maret 2026)
Beberapa kali Kubilai Khan mengirim utusan ke Jawa, pada 1280, 1281, dan 1286. Dia menuntut Kertanagara mengakui kekuasaannya dengan mengirimkan anggota keluarga Singhasari ke istananya di Beijing. Namun, Kertanagara justru merusak wajah Meng Qi, utusan Mongol terakhir pada 1289, sebagai wujud pernolakan.
Mengapa KERTANAGARA berani melawan Kubilai Khan?
Kubilai Khan (1215–1294) adalah salah satu penguasa paling hebat dan berpengaruh dalam sejarah dunia. Sebagai cucu Genghis Khan, ia tidak hanya mewarisi kekaisaran Mongol yang luas tetapi juga berhasil mentransformasinya menjadi kekuatan global yang menetap, mendirikan Dinasti Yuan di Tiongkok.
Berbeda dengan kakeknya yang nomaden, Kubilai Khan berpendidikan dan mengadopsi prinsip Konfusianisme serta menggunakan pejabat Tiongkok untuk mengelola kekaisarannya. Ia membagi wilayah menjadi provinsi-provinsi, sebuah sistem administratif yang masih digunakan hingga saat ini.
Kubilai Khan mendorong pertanian, memperbaiki sistem transportasi (termasuk memperpanjang Grand Canal), dan mempromosikan perdagangan. Ia juga menetapkan kebijakan kebebasan beragama.
Kubilai Khan membangun ibukota baru di Khanbaliq (sekarang Beijing) dan ibu kota musim panas di Shangdu (Xanadu), yang terkenal karena kemewahannya di seluruh dunia, bahkan dikunjungi oleh Marco Polo.
---
Selasa, 04 Juni 2024
RERI ALFIAN:
Inilah 5 Orang Terkaya di Sumsel
Kita mulai dari yang kelima, Lucianty dengan kekayaan total Rp 490 M.
Total kekayaan Lucianty berdasarkan LHKPN terbaru.
Kekayaan tersebut bersumber dari gurita bisnis, SPBU, mini market, serta berbagai investasi properti yang tersebar luas di Sumatera Selatan," ujarnya.
Paman Regi lalu memaparkan posisi keempat diisi oleh H Abdul Halim dengan kekayaan mencapai Rp 1,4 triliun.
Pengusaha yang dikenal sebagai legenda hidup Palembang ini memiliki ribuan hektare kebun sawit dan tambang batubara.
Ia juga dikenal dermawan karena rutin menyalurkan zakat sekitar Rp 1 miliar setiap bulan.
Peringkat ketiga adalah Setiawan Ichlas atau Iwan Bomba dengan kekayaan sekitar Rp 1,51 triliun, merujuk pada LHKPN 2015.
Asetnya meliputi 33 bidang tanah, koleksi mobil mewah, hingga kepemilikan saham di klub sepak bola Sriwijaya FC.
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Handoko Anindya Tanuadji dengan kekayaan mencapai Rp 5,2 triliun.
Sumber hartanya berasal dari Titan Infra Energy Group, dengan aset strategis berupa jalan angkut khusus batubara sepanjang 118 kilometer yang menghubungkan kawasan tambang di pedalaman Sumatera Selatan ke Sungai Musi.
Adapun orang terkaya nomor satu di Sumatera Selatan menurut versi Paman Regi adalah Tony Saputra, dengan total kekayaan fantastis mencapai Rp 34,5 triliun.
Sumber kekayaannya berasal dari kepemilikan saham mayoritas di PT RMK Energy Tbk, perusahaan jasa logistik batubara yang mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir.
Unggahan tersebut pun menyedot perhatian warganet dan memicu beragam komentar terkait besarnya potensi bisnis dan kekayaan di Sumatera Selatan.
Source: palembangkulukilir.com
---















