---
Senin, 20 April 2026
Senin, 18 Mei 2026
Senin, 25 Mei 2026
---
SELASA, 26 MEI 2026
MOBIL BERDASARKAN CC:
1. Kelas Kecil / LCGC (< 1.200 cc)
2. Kelas Menengah (1.200 cc – 1.500 cc)
3. Kelas Atas (1.500 cc – 2.000 cc)
4. Kelas Premium / Sport (> 2.000 cc)
* Copas
---
RABU, 27 MEI 2026
URI:
Kesimpulan sementara... Mungkin tubuh Nyai sedang beradaptasi usai operasi. Poinnya di "adaptasi". (14.30)
URI:
Nyai lah di kamar? Kamar apo? (17.19)
KIN:
Cak kemaren yah, kata Cik Winda (17.35)
URI:
Sudah masuk kamar. (19.15)
KIN:
Oke (19.15)
URI:
Suster baru ambil sampel darah untuk cek elektrolit. (22.05)
Pemeriksaan elektrolit darah adalah tes laboratorium untuk mengukur kadar mineral bermuatan listrik (seperti Natrium, Kalium, Klorida, dan Bikarbonat) dalam tubuh. Tes ini penting untuk memantau keseimbangan cairan, fungsi organ vital (jantung dan ginjal), serta metabolisme. (22.09)
KIN:
Iya yah (22.16)
---
KAMIS, 28 MEI 2026
URI:
Suntikan diuretik (06.27)
KIN:
Iya yah (06.30)
URI:
Makmano khabar Imi, Vidya, Azza & Ewi? Masak apo mereka di Gelumbang? (13.43)
KIN:
Anak anak baik2 aja (14.02)
KIN:
Barusan Wak Heri datang sama Bang Hadi dan Bang Risky (14.02)
KIN:
Oh, iyo. (14.50)
URI:
Besok Ibuk begawe? Ewi sekolah? (22.11)
KIN:
Iya yah (22.16)
---
JUMAT, 29 MEI 2026
URI:
Mintak kusu-i (02.03)
Ayah selesai baca Yasin. (02.42)
KIN:
Iya yah (04.43)
URI:
Ngopi di warung (07.49)
KIN:
🥰
URI:
Sedot (parasentesis asites) selesai di RS. Ayah msh di tempat Ica-Kiki, ado Nadira. (14.58)
KIN:
Iya yah (15.05)
URI:
Cerito terus, abis disedot niy. Apo bae diceritoke. (18.01)
Abis cerito, lapar. 🤣
KIN:
Hihihi (18.28)
URI:
Yai lah nyampe? (18.31)
IMI:
Alhamdulillah sudah dari tadi yah (18.33)
KIN:
Tadi kata Yai Parman... Yai Nurul nanyo Nyai. (20.33)
URI:
Nyai lah tiduk (20.36)
---
SABTU, 30 MEI 2026
URI:
Hari ini rencana balek. (08.04)
URI:
dr. Ardi abis padel caknyo (09.16)
KIN:
Iya lagi ngetrend padel ini kabarnya (19.19)
URI:
"Holistik Medis" mempertimbangkan aspek pikiran, emosi, gaya hidup, lingkungan, dan spiritual.
KIN:
Iya yah (09.27)
URI:
"Kearifan Lokal" dalam dunia medis adalah integrasi nilai, tradisi, dan pengetahuan pengobatan tradisional suatu masyarakat dengan standar pelayanan medis modern. Ini menciptakan pendekatan holistik dan manusiawi yang menghormati budaya, meningkatkan kenyamanan pasien, serta memperkuat ketahanan kesehatan komunitas, terutama di daerah dengan akses terbatas.
Praktik dan nilai kearifan lokal dalam dunia medis diwujudkan dalam beberapa cara:
1. Pemanfaatan Etnofarmasi:
Penggunaan tanaman obat tradisional yang telah teruji secara empiris oleh nenek moyang—seperti jamu atau ramuan herbal spesifik—sebagai pertolongan pertama atau komplementer dari pengobatan medis.
2. Komunikasi Empatik Berbudaya:
Tenaga kesehatan menggunakan nilai-nilai budaya lokal (seperti pendekatan Sipakatau di Bugis-Makassar) untuk membangun kepercayaan, membuat pasien lebih terbuka, dan mengurangi kecemasan.
3. Pendekatan Holistik:
Mengakui hubungan antara fisik, psikologis (pikiran), dan lingkungan, seperti praktik perawatan pasca-persalinan atau pemulihan pasca-operasi.
Integrasi ini bertujuan untuk membuat perawatan lebih inklusif dan efektif dengan menjembatani pemahaman antara sains medis dan latar belakang sosial pasien.
* Copas (09.43)
URI:
Pendekatan medis "sipakatau" adalah penerapan filosofi budaya Bugis-Makassar ("saling memanusiakan") ke dalam pelayanan kesehatan. Ini menekankan kesetaraan, komunikasi empatik, dan saling menghormati antara tenaga medis dan pasien guna membangun kepercayaan dan kenyamanan.
Pendekatan ini berfokus pada:
1. Anamnesis Empatik: Dokter membangun kesetaraan dan menciptakan suasana yang nyaman sehingga pasien lebih terbuka menceritakan riwayat penyakitnya.
2. Pendekatan Holistik: Tenaga medis memandang pasien sebagai manusia seutuhnya, termasuk mempertimbangkan latar belakang sosial, budaya, dan mental.
3. Peningkatan Kepatuhan: Dengan merasa dihargai, pasien menjadi lebih kooperatif menjalani pengobatan dan edukasi medis.
Integrasi nilai-nilai lokal seperti ini telah terbukti efektif di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas komunikasi kesehatan.
* Copas (09.46)
URI:
"Kualitas komunikasi kesehatan" adalah kunci utama dalam pelayanan medis yang aman dan efektif. Hal ini mencakup interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien (untuk membangun kepercayaan dan kepatuhan), serta koordinasi antar-tim medis (untuk mencegah kesalahan fatal).
Indikator Komunikasi Berkualitas:
1. Empati dan Pendengaran Aktif: Tenaga kesehatan tidak hanya menyampaikan diagnosis, tetapi juga memahami kecemasan pasien dan mendengarkan keluhan dengan saksama.
2. Kejelasan Informasi (Clarity): Penjelasan medis disampaikan dalam bahasa yang sederhana, mudah dipahami oleh awam, dan menghindari istilah teknis yang membingungkan.
3. Kolaborasi Tim yang Solid: Komunikasi antar-shift (serah terima pasien) yang terstruktur dan akurat sangat penting untuk kesinambungan perawatan.
4. Pengambilan Keputusan Bersama: Pasien diberikan ruang untuk berdiskusi dan memahami pilihan pengobatan mereka.
Dampak Komunikasi Kesehatan
1. Keselamatan Pasien (Patient Safety): Kegagalan komunikasi adalah penyebab utama kesalahan medis. Komunikasi yang baik (seperti penggunaan metode SBAR/Situation, Background, Assessment, Recommendation) mencegah kesalahan fatal dalam pengobatan.
2. Kepuasan dan Kesembuhan Pasien: Rasa aman dan kepercayaan yang dibangun melalui komunikasi yang baik terbukti mempercepat proses pemulihan pasien.
* Copas (09.49)
KIN:
Ayah, dicariin Bicik (10.07)
Katanya udah boleh pulang
URI:
Tunggu! Lagi di toilet masjid (10.15)
KIN:
Iya yah (10.34)
URI:
Kami lah di km6 (10.46)
KIN:
Oke yah (10.50)
URI:
Menunggu di seberang Masjid Jami At Taqwa (12.57)
KIN:
Iya yah
---


