Rabu, 27 Mei 2026

In Omnibus Charitas

 




SENIN, 18 MEI 2026

KIN:
Jam 11 itu ayah ngedrop bae di RSUD Gelumbang, kayaknya gak lama, soalnya no urut 1 (10.13)

URI:
Tanyo, Cik! Turun mano? IGD atau Lobi RS AR Bunda Prabumulih? (14.52)

KIN:
Lobi yah (15.00)

IMI:
Bismillahirrahmanirrahim (15.07)
Jam 3 berangkat

dr. Ardianto Tamin, Sp.PD, FINASIM

SELASA, 19 MEI 2026

KIN:
Ini Ibu lagi di jalan mau ke Muara Enim (04.42)

URI:
Imi & Ewi makmano? (05.13)

IMI:
Kami dengan Yai (05.15)

URI:
Ewi balek jam 12-an, ya! Ayah standby di tempat Ica & Kiki soale. (09.18)

IMI:
Iya yah (09.21)
Yai yang jemput
Ewi sudah pulang (12.18)

KIN:
Sudah yah



URI:
Prosesnya disebut PARASINTESIS. (13.40)
Yassaman panasnyo. Baru ngucek2 sarung sejam lalu, lah nak kering pulo. (14.16)

KIN:
Iya yah panas nian emang (14.45)

URI:
Nyai lah di km6. Nginap dulu. (17.14)

KIN:
Iya yah (17.16)

Ibu lah sampe Gelumbang yaa (18.31)

URI:
Oke. (18.42)

RABU, 20 MEI 2026

URI:
Makmano khabar2i? (07.19)

KIN:
Alhamdulillah yah, adek sudah di sekolah (07.23)

URI:
Ok

KIN:
Nak upacara Hari Kebangkitan Nasional dia petugas musik nya

URI:
Wow
Kami berangkat dari Prabumulih (08.04)

KIN:
Oke yah, Bismillahirrahmanirrahiim (08.05)
Kabar terbaru dari tante Devi, besok tindakan untuk nyai pada jam 07.30 (22.13)

---




KAMIS, 21 MEI 2026

URI:
Charitas. (06.20)

KIN:
Iya yah (06.36)



KIN:

Ayah, di mana? Dicariin Bikcik Winda. (07.53)

URI:

Iyo. Gantian. Sikok2 soale. (08.00)




URI:
Oke. Udah masuk ruang operasi. (08.21)

KIN:
Iya yah, bismillahirrahmaanirrahiim (08.35)



URI:
Rumah sakit yang didirikan para Suster Charitas ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Palembang. (08.47)


KIN:
Iya yah (08.51)

URI:
Sekitar 2,5 jam. Pukul 11 lewat dikit selesai operasi. (12.10)

KIN:
Alhamdulillah

URI:
Ayah di kamar Nyai (13.18)

KIN:
Iya yah (13.18)
Gimana keadaannya? (13.19)



URI:
Sudah connect diajak obrol, tapi masih lemas. (13.27)

KIN:
Iya yah (13.31)

---

JUMAT, 22 MEI 2026

URI:
Numpang berteduh. (11.32)

KIN:
Di mana, Yah?
O di kantor Gubernur. (11.37)



URI:
Tunggu DAMRI di terminal Jakabaring. (13.51)

DAMRI Tanjung Enim berangkat. Harusnya tadi 13.30 wib.

KIN:
Telat sejam ya yah (14.32)

URI:
Iya, antri solar khabarnya.

KIN:
O gitu (14.32)

---



SABTU, 23 MEI 2026

KIN:
Giliran Ayah jaga malam ini, ya. (06.36)

URI:
Talang taling hujan. (15.15)

KIN:
Iya yah (15.15)
Sekarang sudah di mana yah? (15.37)

URI:
SPBU Romi Herton. Dak hujan (15.53)

KIN:
Di sini baru hujan (16.09)

URI:
Sampe Charitas (16.59)

KIN:
Alhamdulillah. (17.09)

URI:
dr. Amir Fauzi, SpOG, SubSp Urogin-RE, PhD (20.55)


KIN:
Oke

---

MINGGU, 24 MEI 2026

URI:
Makmano khabar 3 putriku? (06.28)

KIN:
Alhamdulillah baik yah
Hari ini mbak Imi mau diajak Yai ke Prabu (07.11)

URI:
Rencana pulang ke Gandus, malam ini. (19.49)

KIN
Iya yah.

URI:
Masih nunggu Dokter Amir. (19.50)

KIN:
Masih di Sigam ujinyo (20.05)
🤭

URI:
Kukiro di SDN 1 (20.06)

KIN:
Hehehe
Itu haji Amir



URI:
Menuju Gandus (20.42)

KIN:
Oke (20.43)

URI:
Di Gandus, usai obrol2 ttg Wakil Walikota. (21.29)



---


SENIN, 25 MEI 2026

URI:
Ayah melok Tante Devi ke sekolah. (05.51)

KIN:
Okee

IMI:
Oke yah (06.16)

URI:
Nunggu DAMRI di dekat tol (06.17)

DAMRI masuk tol (06.30)

Ayah kiro yang ke Prabu 20-25k IDR. Ternyata dihitung 30k jugo. Hehehe... (06.42)
Padahal 30k IDR itu Palembang ke Prabumulih.

Harusnya ke Gelumbang itu kisaran 20k atau 25k IDR. Kalo dihitung sama kayak ongkos ke Prabumulih, sama aja bohong. Gile bener, mentang2 sekarang ongkos baru naek. Beberapa hari lalu yang arah Tanjung Enim jugo samo. (06.50)

Jangan mak inilah! DAMRI kan angkutan rakyat. (06.51)

KIN:
Iya yah (07.15)

URI:
Belum 5 menit, Ayah lah sampe rumah. (07.39)

KIN:
Oke yaah... (07.42)



===


CATATAN: PROLAPS UTERI & KOLPOKLEISIS.


---

FIRMAN SYAH:
“Trump serang Paus karena ajak damai? Serius?”

Donald Trump kembali bikin ulah
kali ini sasarannya Paus Leo.
Di depan jurnalis, Trump menyebut
Paus tidak melakukan tugasnya dengan baik
bahkan menuduh Paus “suka kejahatan.”

Padahal,
Paus Leo justru menyerukan gencatan senjata dan menolak perang,
termasuk konflik dengan Iran.

Ironisnya, ketika seorang pemimpin agama bicara damai, dia diserang.
Tapi ketika ancaman perang dilontarkan presiden, itu dianggap kebijakan.

Jadi, sejak kapan seruan damai dianggap kejahatan?

#sekepingkata


WURRY PARLUTEN:
Trump serang Paus. Paus diam saja. Tapi rumor beredar sampai ke telinga Don Vito Corleone.

FIRMAN SYAH:
😂

"Saya akan memberinya tawaran yang tidak bisa dia tolak."

---

WIDANINGSIH:
Mengenal Peninggalan Kejayaan Islam di Pulau Mafia.


Sisilia dipimpin oleh seorang presiden karena pulau ini memiliki status khusus sebagai daerah otonom dari Republik Italia. Pemerintah Italia memberikan otonomi ini berdasarkan konstitusi tahun 1946, yang memungkinkan Sisilia memiliki PEMERINTAHAN REGIONAL TERSENDIRI dengan wewenang mengatur undang-undang dan kebijakan lokal.

---

DEMOKRASI DIGITAL: BERPIKIR KRITIS TANPA DRAMA
https://youtu.be/s9LjFt-mzLQ
https://youtu.be/cjcrSehMnbI

* Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Indonesia

* Soleh Solihun: Pemeran dan penulis Indonesia

KAJIMERI:
Dari sisi akademisi, becanda ala Soleh emang nggak pas. Tapi dari sisi komunikasi publik terkait audience media massa, Noorsy ketinggian dan kurang layak jadi tontonan publik. Kelemahan Noorsy dari sudut pandang komunikasi adalah, dia lupa, bahwa dia bicara di media massa yang tidak hanya ditonton oleh mahasiswa/i. Artinya ada tanggung jawab moral untuk berbicara memakai istilah yang sederhana dan bisa dicerna oleh khalayak. Sebab kecenderungan orang-orang pintar itu diingat oleh publik media massa karena mereka punya kemampuan komunikasi yang (sebut saja) merakyat. Bukan pakai istilah-istilah yang bikin kepala penonton jadi jungkir-balik menyimaknya. Kadang dalam komunikasi publik, istilah-istilah itu muncul hanya satu-dua kata saja. Selebihnya memakai bahasa rakyat jelata.


STUPID:

Ini ibarat kamu udah jadi Professor, terus isi kepalamu adalah istilah-istilah yang sangat akademisi, terus di-bahasa-kan ke publik media massa dalam format kayak di kampus. Ya, berat kepala pemirsa mencernanya.


LOLO:

Padahal poinnya simpel, ada di kata "sistem" dan "budaya". Hebatnya Noorsy, dia bisa mengaitkannya ke penentu kebijakan (leader).


STUPID:

Ya, nggak ada yang salah dengan Noorsy, sebenarnya. Tetapi ketika dia di-bencada-in oleh Soleh, terus Noorsy jadi marah, ini menurunkan poin terkait komunikasi publik. 


LOLO:

Tapi aku suka ketemu nggak sengaja video ini. Jadi kayak menjelaskan bahwa dunia kampus kalau terlalu serius, ya nggak asik juga.


---